Konnichiwa!!
Home Profile Archive Contact me Follow Dash

  Wind Control: 10 Missions [EPILOG]
     Posted on Jumat, 11 April 2014 at 22.45 | 0 comment(s)  


Seorang gadis degan rupa yang manis. baru saja ia pulang dari, ya mungkin sekolahnya. dia nampak tersenyum, seakan puas dengan hari yang telah ia lalui tadi.
dia pulang dengan sepeda bututnya, meski dia adalah orang kaya. dia menopangkan kakinya dia atas frame sepedanya, bukannya mengayuhnya. tangan sebelah kanannya lepas dari stang dan diayunkannya seperti orang yang sedang menikmati air saat berada di perahu. ya kurang lebih seperti itu. tanaman atau apapun yang didekat tangannya bergerak gemulai seperti ada angin yang menerpanya. padahal hari saat itu sedang tak berangin.
"Lagi, Meta?," sapa seorang wanita tua yang sedang santai di depan rumahnya.
gadis itu tersenyum dan mengangguk, "ya, seperti biasa Nyonya Rieke. Mari, Nyonya," sapanya balik.
Tak lama ia sampai di rumahnya. Ia memarkir sepeda bututnya di dalam garasi samping rumahnya. Ia lalu masuk ke dalam rumahnya. Ia disambut ayahnya di rumah dengan ekspresi yang tak mengenakan untuk dilihat.
"Siang, Ayah. Telfon lagi? Biasa saja, Ayahku yang tampan. Ayah seperti tak mengerti Meta saja," ujarnya santai sambil melepas sepatunya dan meletakkan tasnya.
"Meta, Meta. Sampai kapan kamu seperti ini, hem? ayah sudah sangat malu untuk bertemu dengan gurumu!," lirih ayahnya dengan sebuah telpon di genggamannya.
"Yasudah, ayah tak usah datang, biar Meta yang urus," jawabnya lagi.
"Sampai kapan kamu begini, Meta?" keluh Ayahnya.
"Entahlah, mungkin sampai Meta menemukan keadilan di sekolah itu," alasannya.
"Itu itu saja alasanmu. sudah tiga kali pindah sekolah alasanmu tak berubah," dengus ayahnya.
"Tak tau Ayah. Kalau Ayah masih nggak percaya Ayah liat saja kepala sekolah Meta. Nyuruh gak pake perhiasan sendirinya toko emas berjalan," dengusnya. "Sudahlah Ayah semoga hari Ayah menyenangkan. Ohya, Ayah. Lebih baik Ayah besok ke sekolah saja, sekalian Ayah antar Meta. Meta sudah lama gak sama sama Ayah. Sudah, ya Yah. I Love You~" sambungnya.
"Meta, Meta. Sampaibila ini akan berakhir?" keluh Ayahya lagi.





0 Komentar:

Posting Komentar



Credit
Template      :  Leyna Lim
Editor           :  Candyxxtan
Best view     :  Google Chrome
Online          :  
Pageviews    :